Senin, 23 Agustus 2010

Sejarah Penemuan Transfer Factor

Transfer factor adalah penemuan revolusioner dari Dr. H. Sherwood Lawrence pada tahun 1949. Dia menetapkan bahwa respon sistem kekebalan tubuh bisa ditransfer dari donor orang yang baru sembuh dari suatu penyakit kepada penerima dengan menginjeksikan ekstrak sel-sel darah putih (leukosit). Dia menemukan bahwa ekstrak ini mengandung suatu faktor yang mampu memindahkan catatan informasi sistem kekebalan tubuh pendonor kepada penerimanya. Dia memberi nama ekstrak ini "TRANSFER FACTOR".

Awalnya, darah adalah satu-satunya sumber dari "Transfer Factor". Penemuan Dr. Lawrence datang di tengah-tengah penemuan dan penggunaan antibiotik. "Transfer Factor" telah digunakan untuk menggantikan antibiotik di berbagai daerah di dunia, seperti Cina, Polandia, Italia dan negara lainnya. Penemuan ini begitu menakjubkan, namun mempunyai berbagai kendala seperti ketersediaan donor, kesesuaian golongan darah, prosesnya sangat mahal dan tetap tidak pernah cukup darah untuk memenuhi kebutuhan manusia, karena di masa itu masih minimnya teknologi. Tidak sampai pertengahan tahun 1980 an, dua peneliti datang dengan gagasan bahwa "Transfer Factor" juga terdapat dalam kolostrum (susu awal ibu setelah melahirkan). Konfirmasi penemuan ini dianugerahi paten pada tahun 1989, dan kolostrum sekarang menjadi sumber terbaik untuk mendapatkan Transfer Factor.

Dalam 50 tahun sejak Dr. Lawrence merintis pekerjaannya, telah dihabiskan biaya sekitar $40,000,000 untuk penelitian yang telah menghasilkan lebih dari 3.500 karya ilmiah yang diterbitkan dan didokumentasikan mengenai manfaat dari Transfer Factor. Penelitian Transfer Factor melibatkan Profesor dan para ilmuwan terkemuka di lebih dari 60 negara di dunia. Pengolahan metode yang memngkinkan untuk mengekstraksi produk Transfer Factor dalam skala besar hanya baru-baru ini saja disempurnakan dan produk komersialnya baru tersedia dalam beberapa tahun terakhir.

Sertifikat Hak Patent Transfer Factor 4Life

Penelitian tentang Transfer Factor saat ini dilakukan hampir setiap tahunnya dan kadang-kadang setiap bulan, dari hasil riset ditemukan sesuatu hal baru tentang efektifitas dan peran Transfer Factor yang luar biasa sampai dunia kedokteran mengakui kehebatannya dalam menjaga sistem kekebalan tubuh manusia.

Transfer Factor merupakan "Molekul Pendidik Sistem Imun" (Immune IQ) yang memberikan "informasi" dan mengajarkan sistem kekebalan tubuh kita bagaimana cara melihat dan mengenali ancaman dan hal-hal yang menyebabkan penyakit dalam tubuh kita, merangsang dan mengaktifkan tentara-tentara sistem imun kita untuk "menyerang" dan "melenyapkan" segala musuh-musuhnya, sel-sel rusak, sel "kanker", "virus", "jamur", "bakteri", "parasit" dan lain-lain.

TRANSFER FACTOR adalah salah satu immunomodulator yang teruji secara klinis yang bekerja langsung untuk memperkuat sistem imun, sekaligus mendidik, mengenali (menyimpan lebih dari 200.000 database jenis kuman, virus, jamur, bakteri dan sel-sel kanker untuk sistem imun kita).

Pada tahun 1991 penemuan Dr. Lawrence ini diakui oleh dunia kedokteran.              

0 komentar:

Poskan Komentar